menang erdogan

Erdogan Kian Dominan

Presiden Erdogan dipastikan  menang. Hasil Referendum menunjukkan pemungutan suara yang dilakukan di seluruh Turki (dan di beberapa negara lain untuk diaspora) tersebut memastikan  kemenangan tipis pada kubu Erdogan.

Penghitungan suara menunjukkan kemenangan bagi kubu evet, kubu yang mendukung mosi amandemen konsitusi usulan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Sebanyak 99 persen suara sudah dihitung, dan suara yang mendukung untuk adanya amandemen konsitusi (evet, yang berarti “Ya”) mencapai 51,36 persen, dibanding suara menolak (hayir, berarti “Tidak”) yang hanya 48,64 persen.
Malam (16/4) tadi, Erdogan sendiri mengumumkan kemenangan dengan suara mayoritas. Merayakan kemenangan referendum tersebut di Istanbul, Erdogan meminta rakyat terus mendukungnya dalam melanjutkan program dari kemenangan referendum tersebut.

menang erdogan
spektanews.com

Kemenangan Erdogan merupakan klimaks dari  transformasi politik yang ia kumandangkan sejak bertahun-tahun lalu. Walaupun baru menjadi presiden Turki sejak 2014, sebelumnya ia telah 11 tahun berada di pos perdana menteri, yaitu sejak tahun 2003 hingga 2014.
Di bawah kepemimpinannya, Turki mengalami keberhasilan. Di bidang ekonomi, Turki mampu dibawanya dari negara yang nilai tukar mata uangnya mencapai 1,5 juta per dolar, hingga menjadi negara dengan perkembangan ekonomi tercepat di antara negara G-20 pada tahun 2011.

pixabay.com

Titik nadir dari instabilitas politik Turki tercapai ketika percobaan kudeta pada 16 Juli 2016 gagal. Erdogan yang telah tahu sebelumnya berhasil melarikan diri. Dari titik itulah ia semakin mantap mengajukan pengubahan sistem politik Turki via referendum.
Menurutnya, sistem pemerintahan parlementer kerap menjadikan pemerintahan terbagi dalam koalisi-koalisi yang lemah dan membuat pemerintah sulit mengambil keputusan penting secara cepat. Ia berjanji bahwa sistem baru akan membuat pemerintah Turki semakin kuat dan semakin baik dalam memertahankan negara dari ancaman, baik dalam dan luar negeri.
Erdogan, yang telah menjadi perdana menteri dan presiden selama 14 tahun berturut-turut, juga masih punya kemungkinan maju ke dua pemilihan presiden lagi. Dengan dukungan dari umat Islam, bukan tidak mungkin Turki berada pada kendali Erdogan sampai 2029 nanti.

Leave a Comment