fatwa mui tentang rokok

Akhirnya, 5 Larangan MUI Akan Mengendalikan Aktivitas di Dunia Maya

Ditengah tatanan dunia yang berubah begitu deras. Lifestyle masyarakat juga kian dinamis. Dinamika semacam ini musti direspon secara bijak oleh para ulama dan cendekiawan dalam menjawab segala tantangan zaman. Ditengah gencarnya arus informasi, sumber kegaduhan sampai mata pencaharian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan elegan menjawab tantangan ini dengan meluncurkan fatwa hukum dan pedoman dalam beraktivitas di media sosial (medsos) atau muamalah medsosiah hari Senin (5/6)  di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta.

Fatwa MUI

fatwa mui
baliberkarya.com

Paska dikeluarkannya Undang-Undang ITE, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemarin juga mengeluarkan sebuah fatwa MUI; “Fatwa MUI nomor 24/2017” yang isinya tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Berikut informasinya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia KH. Asrorun Niam Sholeh menyampaikan pengantar dan pembacaan Fatwa MUI yang telah ditetapkan pada 13 Mei 2017.

Untuk membuat suatu aturan, butuh persiapan dan pemikiran yang matang sebelumnya. Sejak Januari 2017 silam, MUI bekerja sama dengan Kominfo merumuskan aturan dan larangan demi mewujudkan media sosial yang lebih tertib dan menyejukkan. Berawal dari kekhawatiran masyarakat dengan realita medsos saat ini, MUI akhirnya mengeluarkan larangan-larangan berikut ini:

Pasal Pencemaran Nama Baik

fatwa mui tentang medsos
indonesiana.tempo.co

Larangan bagi setiap Muslim dalam beraktifitas di media sosial melakukan ghibah (gosip, menggunjing), fitnah (menyebarkan informasi bohong tentang seseorang atau tanpa berdasarkan kebenaran), adu domba (namimah) dan penyebaran permusuhan.

Melakukan Bullying dan SARA

fatwa mui no 24 tahun 2017
diposkan.com

MUI dalam fatwa tersebut mengharamkan setiap muslim melakukan ujaran kebencian, bullying,  dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar-golongan (SARA). Karena sangat bertentangan dengan Kebhinekaan kita selaku manusia Indonesia.

Menyebarkan Hoax serta Informasi Bohong

fatwa mui tentang rokok
jalantikus.com

Kemudian, fatwa itu mengharamkan bagi setiap muslim untuk menyebarkan kabar bohong (hoax) dan informasi bohong, menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan dan segala hal yang terlarang secara syari dan menyebarkan konten yang benar namun tidak sesuai tempat dan waktu.

Menyebarkan Materi Pornografi dan Maksiat

fatwa mui tentang asuransi
mawaddahcenter.com

MUI juga menghukumi haram  bagi siapapun yang memproduksi, menyebarkan dan atau membuat konten/informasi yang tidak benar kepada masyarakat umum.

Kemudian dilarang mencari-cari informasi tentang aib, gosip, kejelekan orang lain atau kelompok hukumnya haram, kecuali untuk kepentingan yang dibenarkan syari.

Menyebarkan Konten yang Tidak Kredibel

fatwa mui tentang bpjs
youtube com

MUI menyatakan haram memproduksi dan menyebarkan konten informasi yang bertujuan membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, penggiringan opini yang tendensius, dan tujuan menyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak.

Disamping itu, MUI mengharamkan bagi penyebar  konten pribadi ke khalayak, padahal konten tersebut diketahui tidak patut untuk disebarkan ke publik, seperti pose yang mempertontonkan aurat.

Begitu pula aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip dan lain sebagainya sebagai profesi untuk memperoleh keuntingan, baik ekonomi maupun non ekonomi hukumnya haram, termasuk didalamnya orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang mengakomodir.

Ketua Umum MUI KH.Ma’ruf Amin dalam kesempatan tersebut mengatakan, fatwa tersebut sangat penting sebagai upaya para ulama dalam mengantisipasi perkembangan media sosial yang semakin tak terbendung.

Menkominfo Rudiantara menyambut baik terbitnya fatwa tersebut dan diharapkan dengan adanya fatwa tersebut umat Islam dapat menggunakan media sosial secara baik dan bijak. Untuk Fatwa MUI selengkapnya bisa download di sini.

Leave a Comment