cerita wayang kulit

Seputaran Wayang Kulit | Disertai Gambar, Video, dan Cara Membuatnya

Wayang Kulit – Kesenian wayang kulit merupakan seni tradisional Indonesia dan sebagian besar  berkembang di Pulau  Jawa.  Orang Indonesia pasti sudah mengenal kesenian teater wayang  asli  Indonesia seperti wayang kulit, wayang orang atau wayang golek. Hebatnya  kesenian teater tradisional Indonesia semacam wayang kulit pun telah terdaftar dan tercatat dalam UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ).

Sejarah Wayang Kulit

cerita wayang kulit
patainanews.com

Wayang kulit sendiri menemukan surganya  di Jawa bagian tengah dan timur, sedangkan wayang golek lebih sering dimainkan di Jawa Barat. Wayang berasal dari kata ‘Ma Hyang’ yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa.

Adapula yang menginterpretasikan  wayang dengan  bahasa Jawa yang bermakna ‘bayangan’, hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden.

Akan tetapi, memang belum banyak literatur yang menjelaskan tentang sejarah asal usul kesenian wayang kulit, meski begitu salah satu anak bagian dari seni wayang ini telah diakui sebagai karya kebudayaan yang amat berharga di bidang narasi oleh UNESCO di tanggal 7 November 2003. Hal ini mungkin menjadi pertimbangan bagi UNESCO karena dari seluruh jenis wayang yang ada, wayang kulit merupakan salah satu jenis wayang yang paling dikenal di Indonesia. Wayang ini terbuat dari kulit hewan yang menjadi bahan utama jenis wayang yang digunakan dalam pertunjukkan ini.

Cerita Wayang

wayang kulit
erepublik.com

Cerita wayang mafhum di masyarakat adalah  perihal banyak lakon yang dikendalikan oleh seorang dalang. Dalang bertugas mengendalikan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir.

Agar mampu menyelami cerita wayang (lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar. Secara umum wayang mengambil cerita dari naskah Mahabharata dan Ramayana, tetapi tak dibatasi hanya dengan metrik tersebut, ki dalang bisa juga memainkan lakon carangan (gubahan). Beberapa cerita diambil dari cerita Panji.

Wayang kulit dibuat dari bahan dasar kulit kerbau yang sudah diolah menjadi kulit lembaran, perbuah wayang membutuhkan sekitar ukuran 50 x 30 cm kulit lembaran yang kemudian dipahat dengan peralatan yang digunakan adalah besi berujung runcing berbahan dari baja yang berkualitas baik. Usahakan Besi baja ini dibuat terlebih dahulu dalam berbagai bentuk dan ukuran, ada yang runcing, pipih, kecil, besar dan bentuk lainnya yang masing-masing mempunyai fungsinya berbeda-beda.

Cara Membuat Wayang

Cara 1:

a) Tampilkan gambar wayang dengan program pengolah gambar. Siapkan gambar untuk dicetak, perbesar/perkecil ukuran gambar sesuai dengan besar wayang yang diinginkan (misal cetak gambar gajah di A3, gambar kancil di A4).Cetak (print) gambar pada kertas biasa.

b) Dengan tidak mengubah setting pada langkah -a- , cetak gambar tapi dengan tampilan terbalik (mirror dari gambar -a- ).

c) Tempelkan dengan lem gambar dari langkah -a- pada karton, setelah lem kering maka gunting sesuai gambar. Untuk tempat yang sulit digunting, gunakan cutter. Memakai cutter seperti memakai gergaji.

d) Gunting gambar dari langkah -b-, tempelkan pada karton dari langkah -c- disisi yang belum ada gambarnya.

e) Beri gambar detail (arsiran, hiasan, dll) pada wayang, atau langsung diberi warna sesuai keinginan.

Gambar Wayang Kulit

wayang kulit
museumjakarta.com

f) Sambungkan bagian yang bergerak dari wayang : kaki, lengan, belalai. Supaya bagian tersebut tersambung tetapi dapat digerak-gerakkan, sambungan engsel. Untuk membuat engsel gunakan batang plastik diameter 1.5 ~ 2 mm, panjangnya lebih panjang dari tebal 2 buah karton / kulit wayang. Tumpuk dua sendi anggota badan wayang, kemudian buatlah lubang pada engsel sendi tersebut. Masukkan batang plastik pada sendi tersebut, pastikan ada lebih di dua sisi.

Panasi batang plastik di satu sisi, dengan pelat logam yang telah dipanaskan (jangan menggunakan solder listrik, panas solder listrik konstan sehingga membakar habis plastik), bentuklah batang plastik bulat setengah bola (asal lebih besar dari lubang sendi). Lakukan hal yang sama di satu sisi engsel yang lain. Batang plastik untuk engsel dapat dibuat dengan cara memotong tutup botol plastik, atau bahan plastik keras/kaku lainnya.

g) Beri gagang : untuk badan wayang, dan bagian yang bergerak. Gagang dapat dibuat dari bambu. Bisa digunakan sumpit bambu dan tusuk sate. Batang yang kurang panjang bisa disambung, diikat dengan benang. Gangang yang menempel pada wayang, dibuat belah dua. Gagang ditempelkan pada wayang dengan cara diikat, gunakan jarum jahit untuk melakukan.

Video Wayang Kulit

Jenis Jenis Wayang

Wayang Kulit Cengkok Kedu

Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta

Wayang Kulit Gagrag Surakarta

Wayang Kulit Gagrag Banyumasan

Wayang Kulit Gagrag Jawa Timuran

Wayang Bali

Wayang Kulit Banjar (Kalimantan Selatan)

Wayang Palembang (Sumatera Selatan)

Wayang Betawi (Jakarta)

Wayang Kulit Cirebon (Jawa Barat)

Wayang Madura (sudah punah)

Wayang Siam

Tokoh Wayang

Dalam dunia pewayangan sangat banyak tokoh yang berperan. Dewa-Dewi misalnya, dalam dunia pewayangan  muncul dalam mitologi agama Hindu di India, dan diadaptasi dalam budaya Jawa. Tokoh-tokoh yang lain bisa kamu baca pada bahasan di bawah ini.

Sang Hyang Adhama
Sang Hyang Sita
Sang Hyang Nurcahya
Sang Hyang Nurrasa
Sang Hyang Wenang
Sang Hyang Widhi
Sang Hyang Tunggal
Sang Hyang Rancasan
Sang Hyang Ismaya
Sang Hyang Manikmaya
Batara Bayu
Batara Brahma
Batara Candra
Batara Guru
Batara Indra
Batara Kala
Batara Kresna
Batara Kamajaya
Batara Narada
Batara Surya
Batara Wisnu
Batara Yamadipati
Batari Durga
Batara Kuwera
Batara Cingkarabala
Batara Balaupata
Hyang Patuk
Hyang Temboro
Daftar tokoh wayang yang muncul di kisah Wayang Purwa buah karya RA Kosasih

Ramayana
Tokoh-tokoh Ramayana dalam budaya pewayangan Jawa diambil dan diadaptasi dari mitologi Hindu di India.

Anggada
Anila
Anjani
Bharata
Dasarata
Hanoman
Indrajit (Megananda)
Jatayu
Jembawan
Kosalya
Kumbakarna
Aswanikumba
Laksmana
Parasurama
Prahasta
Rama Wijaya
Rawana
Satrugna
Sita
Subali
Sugriwa
Sumali
Sumitra
Surpanaka (Sarpakenaka)
Trikaya
Trijata
Trinetra
Trisirah
Wibisana
Wilkataksini
Dewi Windradi
Mahabharata
Tokoh-tokoh Mahabharata dalam budaya pewayangan Jawa diambil dan diadaptasi dari mitologi Hindu di India.

Abimanyu
Resi Abyasa
Amba
Ambalika
Ambika
Antareja
Antasena
Arjuna
Aswatama
Baladewa
Banowati
Basupati
Basudewa
Bima
Bisma
Burisrawa
Bayu
Cakil
Citraksa
Citraksi
Citrayuda
Damayanti
Dewayani
Drona (Dorna)
Drestadyumna
Dretarastra
Dropadi
Durgandini
Durmagati
Dursala (Dursilawati)
Dursasana
Duryodana (Suyodana)
Drupada
Ekalawya
Gatotkaca
Gandabayu
Gandamana
Gandawati
Indra
Janamejaya
Jayadrata
Karna
Kencakarupa
Kertawarma
Krepa
Kresna
Kunti
Madri
Manumanasa
Matswapati
Nakula
Nala
Niwatakawaca
Pandu
Parasara
Parikesit
Puru
Rukma
Rupakenca
Sadewa
Sakri
Sakutrem
Salya
Sangkuni
Samba
Sanjaya
Santanu
Sarmista
Satyabama
Satyajit
Satyaki
Satyawati
Srikandi
Subadra
Sweta
Udawa
Utara
Utari
Wesampayana
Wicitrawirya
Widura
Wirata
Wisanggeni
Wratsangka
Yayati
Yudistira
Yuyutsu
Punakawan
Punakawan adalah para pembantu dan pengasuh setia Pandawa. Dalam wayang kulit, punakawan ini paling sering muncul dalam goro-goro, yaitu babak pertujukan yang seringkali berisi lelucon maupun wejangan.

Versi Jawa Tengah dan Jawa Timur (wayang kulit/wayang orang) Punakawan
Semar
Gareng
Petruk
Bagong
Togog

Banyumas (wayang kulit/wayang orang) ===
Semar
Gareng
Petruk
Bawor
Versi Jawa Barat (wayang golek)
Semar
Cepot atau Astrajingga
Dawala
Gareng
Semar
Cungkring
Gareng
Curis Sekarpandan
Bagong
Bagal Buntung
Dawala
Ceblok
Bali
Tualen
Merdah
Sangut
Delem
Teman para Punakawan
Togog
Bilung
Limbuk
Cangik

Museum Wayang

Museum yang berbicara soal wayang salh satunya berlokasi di Ibu kota. awal pembangunannya  museum ini bernama De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda, disinyalir berdirinya bangunan tersebut sekira tahun 1640.

Lalu, sekitaran tahun 1732 sempat direnovasi dan berganti nama menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk atau akrab dengan Gereja Baru Belanda, Bangunan ini kokoh hingga tahun 1808 dan seketika hancur akibat gempa bumi yang terjadi pada tahun yang sama.

Atas musibah itu, bekas reruntuhan di lokasi tersebut dibangun sebuah gedung yang kini disebut sebagai gedung museum wayang dan  diresmikan  pada tanggal 13 Agustus 1975.

Museum ini menyajikan beragam jenis wayang baik jenis wayang indonesia dan berbagai macam koleksi wayang maupun wayang  boneka dari mancanegara. Jika kamu berkunjung ke museum wayang, akan nampak koleksi wayang kulit, wayang golek,  serta wayang boneka dari negara negara tetangga semacam Malaysia, Cina, Vietnam, Thailand, Suriname, Perancis, India dan Kamboja, termasuk juga koleksi set gamelan dan juga lukisan wayang.

Disamping itu, kamu juga bisa menikmati koleksi piring sebagai tanda batu nisan Jan Pieterszoon Coen. Ada juga sebuah teater wayang serta workshop tentang pembuatan wayang secara rutin diselenggarakan di Museum ini.

Jam Operasional

Museum ini melayani pengunjung  setiap hari kecuali hari Senin dari jam 09:00 pagi hingga jam 15:00 sore, untuk hari Sabtu dan Minggu tutup jam 20:00.
Museum ini masih berada dalam kawasan wisata kota tua dan tentunya areanya sangat berdekatan dengan Jakarta History Museum, tepatnya berada di Jl. Pintu Besar Utara No.27, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110.

Agar menjadi refensi untuk anda yang berencana berkunjung ke museum ini berikut kami lampirkan peta yang disodorkan oleh google map.

Rute ke Museum Wayang jakarta
Jika anda anda ingin berkunjung ke museum ini rute menuju lokasi museum tersebut tentunya akan sama dengan rute menuju museum sejarah Jakarta. Namun untuk mempermudah ada berikut ini rute menuju museum ini.
Untuk Anda yang berencana menuju museum Fatahillah menggunakan Kendaraan
pribadi Mungkin referensi rute di bawah ini bisa membantu anda:
#Dari arah Cawang
Cawang – DI Panjaitan – Gerbang Tol Kebon Nanas – Tol Dalam Kota –
Exit Gedong Panjang – Gedong Panjang – Kopi – Roa Malaka Utara –
Kalibesar Barat – Kalibesar Timur – Kota Tua, kemudian berjalan kaki menuju museum wayang jakarta.

#Dari Arah Cempaka Putih

Cempaka Putih – Yos Sudarso – Gerbang Tol Sunter – Tol Dalam Kota –
Exit Gedong Panjang – Gedong Panjang – Kopi – Roa Malaka Utara –
Kalibesar Barat – Kalibesar Timur – Kota Tua, kemudian berjalan kaki menuju museum wayang jakarta.

#Dari Arah Grogol

Grogol – Kyai Tapa – Roxy – Hasyim Asyhari – Gajah Mada – Pintu Besar Selatan – Pintu Besar Utara – Kota Tua.

#Dari Arah Monas

Monas – Medan Merdeka Barat – Majapahit – Harmoni – Gajah Mada – Pintu Besar Selatan – Pintu Besar Utara – Kota Tua.

Kemudian jika akan menggunakan transportasi umum untuk menuju mesum wayang jakarta ini mungkin
anda bisa menggunakan referensi rute berikut ini:
#Dari arah Bandara Sukarno-Hatta

Dari Bandara Sukarno-Hatta naik Damri jurusan Mangga 2 Square minta turun di Kota Tua.
#Dari arah Bandara Halim Perdanakusumah

Dari Bandara Halim naik angkot biru muda TRANS HALIM ke perempatan Cawang UKI.
Masuk halte busway Cawang UKI disitu naik TransJakarta jurusan Grogol / Pluit turun di halte busway Semanggi.
Transfer ke halte busway Bendungan Hilir via jembatan halte busway,
disana naik TransJakarta jurusan Kota, turun di halte Kota keluar halte
jalan dikit ke Kota Tua, kemudian berjalan kaki menuju museum wayang jakarta.

#Dari arah Stasiun Kota

Anda tinggal jalan kaki dari Stasiun Kota karena stasiun ini sudah termasuk dalam kawasan Kota Tua.
#Stasiun / Terminal Pasar Minggu

Dari Stasiun Pasar Minggu naik KRL jurusan Jakarta Kota turun di stasiun Kota, keluar stasiun jalan dikit ke Kota Tua.

#Dari arah Stasiun Gambir

Keluar pelataran timur (Jalan Medan Merdeka Timur) masuk halte
busway Gambir 1, naik TransJakarta jurusan Harmoni turun di halte
Harmoni.
Disana ganti naik TransJakarta jurusan Kota turun di halte Kota, keluar halte jalan dikit ke Kota Tua.
#Dari arah Stasiun Jatinegara

Dari Stasiun Jatinegara naik KRL jurusan Jakarta Kota turun di stasiun Kota, keluar stasiun jalan dikit ke Kota Tua.
#Stasiun / Terminal Pasar Senen

Dari Stasiun Senen nyebrang ke Terminal Senen, disitu naik Kopami 02 Senen-Muara Karang minta turun di Kota Tua.
#Stasiun Tanah Abang

Dari Stasiun Tanah Abang naik Mikrolet 08 Tanah Abang-Kota turun di Kota Tua.
#Terminal Blok M

Dari halte busway Terminal Blok M naik Trans Jakarta jurusan Kota turun di halte Kota, keluar halte jalan dikit ke Kota Tua.
#Terminal Grogol

Dari halte busway Grogol 1 naik TransJakarta jurusan Harmoni turun di halte Harmoni.
Disitu ganti naik TransJakarta jurusan Kota turun di halte Kota, keluar halte jalan dikit ke Kota Tua.
#Terminal Kalideres

Dari halte busway Terminal Kalideres naik Trans Jakarta jurusan Harmoni turun di halte Harmoni.
Disitu ganti naik TransJakarta jurusan Kota turun di halte Kota, keluar halte jalan dikit ke Kota Tua.
#Terminal Kampung Melayu

Dari Terminal Kampung Melayu naik Trans Jakarta jurusan Harmoni turun di halte Harmoni.
Disitu ganti naik TransJakarta jurusan Kota, turun di halte Kota keluar halte jalan dikit ke Kota Tua.
#Terminal Kampung Rambutan

Dari Terminal Kampung Rambutan naik Mayasari Bakti AC70 Kampung Rambutan-Tanah Abang turun di Sarinah.
Masuk halte busway Sarinah, naik Trans Jakarta jurusan Kota, turun di halte Kota keluar halte jalan dikit ke Kota Tua, kemudian berjalan kaki menuju museum wayang jakarta.
#Terminal Lebak Bulus

Dari Terminal Lebak Bulus naik Kopaja 86 Lebak Bulus-Kota turun di Kota Tua.
#Terminal Manggarai

Dari Terminal Manggarai naik Metromini 17 Manggarai-Senen turun di Terminal Pasar Senen
Disana naik Kopami 02 Senen-Muara Karang turun di Kota Tua
#Terminal Pinang Ranti

Dari halte busway Pinang Ranti naik TransJakarta jurusan Pluit turun di halte busway Semanggi.
Transfer ke halte busway Bendungan Hilir via jembatan halte busway,
disana naik TransJakarta jurusan Kota, turun di halte Kota keluar halte
jalan dikit ke Kota Tua.
#Terminal Pulo Gadung

Dari Terminal Pulo Gadung naik Mikrolet 53 Pulo Gadung-Kota turun di Kota Tua, kemudian berjalan kaki menuju museum wayang jakarta.
#Terminal Pulo Gebang

Dari halte busway Terminal Pulo Gebang naik TransJakarta jurusan Kampung Melayu turun di halte Kampung Melayu.
Dari Terminal Kampung Melayu naik TransJakarta jurusan Harmoni turun di halte Harmoni.
Disitu ganti naik TransJakarta jurusan Kota, turun di halte Kota keluar halte jalan dikit ke Kota Tua.
#Terminal Ragunan

Dari halte busway Terminal Ragunan naik TransJakarta jurusan Dukuh Atas turun di halte busway Dukuh Atas 2.
Transfer ke halte busway Dukuh Atas 1 via jembatan halte busway,
disana naik TransJakarta jurusan Kota, turun di halte Kota keluar halte
jalan dikit ke Kota Tua.
#Terminal Rawamangun

Dari Terminal Rawamangun naik Metromini 03 Rawamangun-Senen turun di Senen.
Dari Senen naik salah satu Kopami 02 Senen-Muara Karang / Mikrolet 12 Senen-Kota turun di Kota Tua.
#Terminal / Pelabuhan Tanjung Priok

Dari Terminal Tanjung Priok naik Mikrolet 15/15A Tanjung Priok-Kota turun di Kota Tua, kemudian berjalan kaki menuju museum wayang jakarta.
#Balaraja

Dari Balaraja naik WBK Balaraja-Grogol turun di Grogol
Disana naik Kopaja 86 Lebak Bulus-Kota turun di Kota Tua
#Bandung

Dari Stasiun Bandung naik KA Argo Parahyangan turun di Stasiun Jatinegara.
Dari Stasiun Jatinegara naik KRL jurusan Jakarta Kota turun di stasiun Kota, keluar stasiun jalan dikit ke Kota Tua.
#Bekasi

Dari Stasiun Bekasi naik KRL jurusan Jakarta Kota turun di stasiun Kota, keluar stasiun jalan dikit ke Kota Tua.
#Bogor

Dari Stasiun Bogor naik KRL jurusan Jakarta Kota turun di stasiun Kota, keluar stasiun jalan dikit ke Kota Tua.
#Ciawi

Dari perempatan Ciawi-Tol Jagorawi naik APTB 11 Sinar Jaya Ciawi-Tanah Abang turun di halte busway Sarinah.
Disana ganti naik TransJakarta jurusan Kota, turun di halte Kota keluar halte jalan dikit ke Kota Tua.
#Cibinong – Stasiun Cibinong

Dari Stasiun Cibinong naik KRL jurusan Duri turun di Stasiun Manggarai
Disana naik KRL jurusan Kota turun di Stasiun Jakarta Kota, keluar stasiun dan jalan ke Kota Tua
#Cibinong – Terminal Cibinong

Dari Cibinong naik APTB 05 Mayasari Bakti Cibinong-Grogol turun di halte busway Semanggi.
Transfer ke halte busway Bendungan Hilir via jembatan halte busway,
disana naik TransJakarta jurusan Kota, turun di halte Kota keluar halte
jalan dikit ke Kota Tua.
#Cikarang – Stasiun Cikarang

Dari Stasiun Cikarang naik Kereta Patas / Lokal Purwakarta jurusan Jakarta Kota turun di Stasiun Kota, jalan ke Kota Tua
#Cikarang – Terminal Cikarang

Dari Terminal Cikarang / Cibitung naik Mayasari Bakti AC122 Cikarang-Cibitung-Senen turun di Terminal Pasar Senen
Disana naik Kopami 02 Senen-Muara Karang turun di Kota Tua
#Ciledug

Dari Ciledug naik Metromini 69 Ciledug-Blok M turun di Terminal Blok M.
Dari halte busway Terminal Blok M naik TransJakarta jurusan Kota turun di halte Kota, keluar halte jalan dikit ke Kota Tua.
#Cileungsi

Dari Terminal Cileungsi / Cibubur naik APTB 10 Mayasari Bakti Cileungsi-Blok M turun di halte busway Gelora Bung Karno.
Disana ganti disana naik TransJakarta jurusan Kota, turun di halte Kota keluar halte jalan dikit ke Kota Tua.
#Ciputat

Dari Ciputat naik APTB 04 Bianglala Ciputat-Kota, turun di halte Kota keluar halte jalan dikit ke Kota Tua.
#Depok

Dari Stasiun Depok/Depok Baru naik KRL jurusan Jakarta Kota turun di stasiun Kota, keluar stasiun jalan dikit ke Kota Tua.
#Jati Asih

Dari Jati Asih naik Mayasari Bakti AC52A Jati Asih-Tanah Abang turun
di perempatan Jembatan Serong (perempatan Kebon Sirih-Jatibaru-Abdul
Muis).
Nyebrang arah Jalan Abdul Muis kemudian naik Mikrolet 08 Tanah Abang-Kota turun di Kota Tua.
#Merak

Dari Terminal Merak naik salah satu bis jurusan Merak-Tanjung
Priok/Pulo Gadung/Kampung Rambutan turun di gerbang tol Kebon Jeruk.
Dari Cimone/Karawaci naik Mayasari Bakti AC33 Cimone-Kota turun di Kota Tua.
#Parung

Dari Parung naik angkot D106 Parung-Lebak Bulus turun di perempatan Tol Pondok Pinang
Disana naik Kopaja 86 Lebak Bulus-Kota turun di Kota Tua, kemudian berjalan kaki menuju museum wayang jakarta
#Serpong

Dari BSD City naik shuttle TransBSD jurusan Mangga Dua minta turun dekat Kota Tua.
#Tangerang

Dari Cimone/Karawaci naik Mayasari Bakti AC33 Cimone-Kota turun di Kota Tua, kemudian berjalan kaki menuju museum wayang jakarta.
Demikian ulasan singkat tentang museum wayang Jakarta ini, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk anda yang berencana berkunjung ke kawasan kota tua 🙂

Dalang wayang kulit

Dalang menjadi bagian terpenting dalam pertunjukan wayang kulit (wayang purwa). Dalam terminologi bahasa jawa, dalang (halang) berasal dari akronim ngudhal Piwulang. Ngudhal artinya membongkar atau menyebar luaskan dan piwulang artinya ajaran, pendidikan, ilmu, informasi. Jadi keberadaan dalang dalam pertunjukan wayang kulit bukan saja pada aspek tontonan (hiburan) semata, tetapi juga tuntunan. Oleh karena itu, disamping menguasai teknik pedalangan sebagai aspek hiburan, dalang haruslah seorang yang berpengetahuan luas dan mampu memberikan pengaruh.

Dalang-dalang wayang kulit yang mencapai puncak kejayaan dan melegenda antara lain almarhum Ki Tristuti Rachmadi (Solo), almarhum Ki Narto Sabdo (Semarang, gaya Solo), almarhum Ki Surono (Banjarnegara, gaya Banyumas), almarhum Ki Timbul Hadi Prayitno (Yogya), almarhum Ki Hadi Sugito (Kulonprogo, Jogjakarta),Ki Soeparman (gaya Yogya), Ki Anom Suroto (gaya Solo), Ki Manteb Sudarsono (gaya Solo), Ki Enthus Susmono, Ki Agus Wiranto, almarhum Ki Suleman (gaya Jawa Timur). Sedangkan Pesinden yang legendaris adalah almarhumah Nyi Tjondrolukito.

Pagelaran Wayang Kulit

Leave a Comment